Wednesday, December 18, 2013

Lahir dan berkembanglah

Buat Anakku Zahra,

Suatu sore di hari minggu. saat itu hujan dan jam telah menunjuk 15.20 wita bertanggal 15 desember 2013. Di sebuah rumah sakit kecil kau dilahirkan. Aliyah nama rumah sakit itu.

Nasib baik adalah dilahirkan. Dan kau kini lahir sebagai pelengkap kebaikan itu.

Kau harus tahu nak, proses kelahiranmu tidaklah mudah. Ibumu harus menahan sakit tiada terperi.

Di sembilan bulan masa kandunganmu-dan itu pertanda kau harus lahir-tak ada tanda-tanda bahwa kau akan lahir;tak ada sakit, tak ada ketuban pecah, tak ada tanda-tanda. Saat itupula perasaan saya, ayahmu campur aduk. Takut terjadi apa-apa antara kau dan ibumu.apalagi saat dokter menahan ibumu untuk tetap di rumah sakit. Tak ada yang bisa ayah lakukan selain berdoa.

Beberapa waktu berselang ibumu harus dirangsang dengan obat berbentuk cairan. Ini dilakukan agar cepat terjadi bukaan-istilah medis yang tak pernah ayah dengar sebelumnya-Yang ayah tahu dari Dato' (nenek, istilah makassar) orang yang melahirkan hanya panggil dukun atau bidan dan setelah itu melahirkan tak ada istilah "bukaan". Sakitnyapun hanya beberapa menit.

Dimasa rangsangan obat itu ibumu harus merasakan sakit terus menerus. Dan mungkin mengapa Tuhan mengganti sakit itu dengan surga ditelapaknya. Sebuah balasan yang setimpal. Dan engkau harus tahu itu. Melahirkan adalah sakit olehnya jangan sakiti ibumu kelak ketika kau besar nanti.

Syahdan, Cerita tentangmu akan  berlanjut seiring waktu. Saat ini kau harus tidur yang lelap. Besok ayah akan ceritakan kisah lainnya...

-Dari ayah

Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...