Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

Tagore dalam kidung Gitanjali

DI TIMUR JAUH, India pernah hidup seorang penyair besar bernama Tagore, demikian ia sering disapa penyair dan filsuf itu. Nama lengkapnya sebenarnya Rabinranath Tagore, lahir di Calcuta 7 Mei 1861. Semasa hidup ia sempat mengunjungi Inggris, tuan negara koloni (juga kolonilisme) dan kembali kemudian setelah lelah mengembara menuju negeri asalnya tumbuh, India.

Sampai disini saja tentang sosok Tagore sebagai seorang penyair besar. Saya hanya ingin mengutipkan sebuah karya Magnum Opus-nya yang diberi judul “Gitanjali”. Karya ini terbit pertama kali tahun 1912 dan sangat terkenal dan setahun kemudian mendapatkan Nobel sastra tahun 1913.

Membahas Gitanjali juga membahas Tagore, begitupun sebaliknya, Tagore adalah Gitanjali. Secara harfiah Gitanjali dapat diartikan “git” yang berarti lagu dan “anjoli” berarti menawarkan, secara terjemahan bebas bisa diartikan sebagai “sebuah lagu persembahan”. Karya Tagore ini sebenarnya berisi prosa liris yang berisi tentang kehidupan, cinta, serta alam semesta. Ada rangkaian antara kehidupan dan prosa yang dibangun dalam tiap lirik Gitanjali. Terdapat beragam kehidupan terlukis diantara nyayian burung, awan, matahari, hingga rumput liar.

[Saya kemudian ingat Jalaluddin Rumi].

India sebagai proses tumbuhnya peradaban sangat menguntungkan Tagore dalam menulis puisi dan prosa. Kearifan Brahmanisme, keheningan Yoga dan mitos para Dewa-Dewi Hindu menguntungkan Tagore untuk masuk menyelami enigma puisinya. Heinrich Zimmer dalam Sejarah Filsafat India bilang aspek filsafat India itu saling melengkapi dari sebuah kebenaran tentang berbagai latar kesadaran. Selanjutnya lanjut Zimmer lagi, Filsafat Timur (India) dibarengi dengan ketaziman, ia berkata “...dengan cara ini filsafat timur dibarengi dan diikuti dengan mempraktekkan sebuah pandangan hidup-pengasingan monastik, asketisme, meditasi, berdoa, amalan yoga, dan sembahyang dalam waktu yang lama setiap harinya...”.

Searah jalan, Gitanjali juga adalah persembahan (“semba" “hyang"). Bagi saya Gitanjali adalah sebuah doa, kidung dan segala yang masuk dalam kategori sebuah persembahan itu. Untuk itu Gitanjali tidak hanya sekedar puisi cinta atau prosa liris namun juga doa.

Saya tidak bisa berlama-lama untuk menampilkan Gitanjali, kidung Tagore itu. biarkan yang membaca yang menilai; ini doa atau puisi atau apa? Saya hanya kutip prolog dan epilog kumpulan puisi dan prosa penyair besar India itu.

***
Engkau menciptakan aku tanpa akhir, itulah kesenanganmu. Bejana yang lemah ini kau kosongkan lagi dan lagi. Bejana yang lemah ini kau kosongkan lagi dan lagi, dan kau isi selamanya dengan kehidupan yang segar.

Seruling buluh yang kecil ini kau bawa melintasi perbukitan dan ngarai, dan bernapas melaluinya kau hembuskan melodi yang selalu baru.

Pada sentuhan abadi tanganmu hati kecilku kehilangan batasnya dalam keriangan dan melahirkan ungkapan yang tak terkatakan.

Pemberianmu yang tak terbatas datang padaku hanya dalam tanganku yang sangat kecil ini. Masa-masa berlalu, masih kau tuangkan, dan disana masih ada ruang untuk diisi

***
Dengan satu salam padamu, Tuhanku, biarkan semua perasaanku menyebar dan menyentuh dunia ini di kakimu.

Seperti awan-hujan bulan juli yang tergantung rendah dengan beban rintik yang tak tercurahkan. Biarkan semua pikiranku membungkuk rendah pada pintumu dengan satu salam padamu.

Biarkan semua lagu-laguku yang mengumpulkan bersama bermacam nada mereka ke dalam satu arus dan mengalir ke lautan keheningan dengan satu salam untukmu.

Seperti sekawanan bangau yang rindu rumah yang terbang siang dan malam pulang kembali ke sarang-sarang pegunungan mereka. Biarkan seluruh hidupku melakukan perjalanannya ke rumah abadinya dengan satu salam untukmu.

----
setelah membaca Gitanjali (lagu persembahan - Prosa Cinta dan Kehidupan
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga untuk sahabat yang berkenan menuliskan komentar kritisnya...salam bahagia