Saturday, January 21, 2012

Sebuah Kisah Klasik

23.00 di RadioShow disebuah teve swasta menghadirkan Band asal Jogja, Sheila on Seven (So7). Saya penonton diantara beberapa orang teman kos. Teve berukurusan 14 inchi yang biasa berganti warna menjadi sephia itu masih betah bertengger di rak, menyihir se-isi kos. saya telat 15 menit, dan melewatkan penampilan lagu pembuka Sheila di acara itu. tapi tak apalah.

Sheila, sudah lama saya mengenal Band ini, Saya yakin saya tidak sendiri menjadi penggemar dan penikmat lagu-lagunya: Sephia, Dan, Sahabat Sejati, Bapak-Bapak, Perhatikan Rani, Tunggu Aku Di Jakarta dan sederet lagu yang selalu hits tidak pernah sepi penikmat. Penjualan album yang selalu mencapai ratusan ribu keping [bahkan juta] adalah bukti eksistensi mereka di blantika musik Indonesia. Dan untuk saya, Band ini sudah bisa masuk dalam deretan Band-Band legenda kelak, mengikuti Slank, Padi, Dewa, GIGI, dan Peterpan.

Syahdan, ada yang membuat saya selalu teringat dengan Band ini ketika masa-masa sekolah dulu. Mungkin jika tak ada Band ini saya tidak akan mengenal dan bermain musik. Ceritanya ketika lagu-lagu Sheila yang selalu hits di radio-radio itu slalu saya nikmati. Namanya anak-anak SMA, musik hanyalah salah satu 'pelarian' saja. Awalnya bermain musik hanya sekedar ikut-ikuan biar dibilang gaul. akhirnya, saya yang hanya mengenal sedikit memetik gitar [yang tidak tahu partitur] didapuk menjadi vokalis. Haaaa? sudah bisa dibayangkan bagemana perbandingan suara Duta dan saya. Walau berat disebutkan tapi harus: Ancur abisss...

Tapi mau diapa, saya dengan terpaksa--sambil menggerutu--menerima saja karena mendapat penjelasan yang rasional dari teman-teman, "sebentar lagi PORSENI dan suaramu paling bagus diantara kita, beda-beda tipis dengan Duta...hahahaha" tawa teman-teman di kelas pecah. Waktu itu memang diadakan PORSENI SMA dari kelas IPS diwakili beberapa Band termasuk Band saya. saya masih ingat betul nama Band itu "KARIKATUR BAND" (yang entah personelnya hilang begitu saja). Kami mengambil aliran pop dan Sheila adalah rujukan Band dalam bermusik menuju pentas seni antar kelas.

***
Namun ada berkah dalam setiap keterpaksaan. Band saya akhirnya juara I dan berhak mewakili SMA 4 Kendari ke festival pelajar seluruh Kendari. Luar biasa.

Sejak itu saya tak bisa mengalihkan ke Sheila dan (tentu saja Band lain). Dengan melihat penampilan mereka kembali jam seolah-olah berputar terbalik. kembali menuju masa-masa yang silam, ke masa lalu ketika saya masih memainkan musik bersama teman-teman kelas. Ah, sesuatu...

penampilan Sheila malam itu ternyata bisa menghidupkan kembali semua patahan kenangan waktu SMA yang sempat terkubur. Dan sangat disayangkan saya tak bisa menyulam cerita seperti dalam Catatan Akhir Sekolah (CAS) yang menghimpun setiap keping-keping cerita SMA dalam satu tembakan video berdurasi pendek namun berkesan itu. tapi cukuplah, penampilan 2 jam Sheila di acara itu sudah bisa mewakili “kisah klasik” untuk saya catat lagi di blog ini.

Bersenang-senanglah,
karna hari ini akan kita rindukan,
di hari nanti,
sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah,
karna waktu ini akan kita banggakan,
di hari tua...
Share:

4 comments:

  1. Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu... menjadi sebuah kisah klasik, untuk masa depan...

    like this song so damn! Dan ternyata selain jago nulis kak patta bisa nyanyi toh. ahahahha, manteplah yah...

    ReplyDelete
  2. jk tak salah syam penikmat sheila juga ya...:). lagu ini memang bagus syam.

    kalo soal nyanyi, sy hanya coba2 suara saja. itu dulu waktu opa muda ahahahaha...btw, blognya syam smakin update saja...luar biasa. salut

    salam hangat

    ReplyDelete
  3. Yup betul! Saya penikmat sheila penyuka duta tapi bukan anggota sheila gank^^. dari jaman smp malah kak.

    soal blog, ehheheh... lagi senang-senangnya saja kak. cuman kotak komentarnya saya tutup jadi kak patta cuman bisa membaca, itu kalo berkenan.

    ReplyDelete

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...