Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. e-mail: pattahindi@gmail.com

Requiem aeternam

--saat berkabung di sosiologi Unhas


Subuh yang hening, saya mendapat telpon dari seorang dosen muda di Unhas. ia mengabarkan berita bahwa salah satu dosen senior di sosiologi--mantan Pembantu Dekan (PD) I Fisip Unhas berpulang.

Syahdan, mati adalah kesunyian masing-masing. nasib begitu sunyi dan kadang mengejutkan tapi disinilah kita menghayati hidup, Saut Situmorang dalam sajak "nama" dengan takzimnya menulis:
"...hidup cuma
gelombang ombak di pasir pantai,
panjang pendek
tapi tak pernah
meninggalkan karang
tempat camar camar membangun
sarang musim hujannya..."
Kesedihan tak bisa lagi ditahan, saya tahu almarhum walau tidak dekat. tapi di kelas maupun di luar kelas ia bisa menjadi teladan. ia guru yang sederhana. mengajarkan banyak hal dengan gaya bahasa biasa, sangat egaliter. tak salah jika ia disebut guru.

Inginku mengenangnya. Mahasiswa yang mengenalnya tentu akan merasa kehilangan sosok sederhana itu. orang enggan beranjak di kelas ketika ia berdiri di depan, ia memiliki ciri khas; dengan intonasi dan suara yang bergelombang dan kadang datar.

Di jurusan yang kini hanya menyisakan 7 pengajar itu akan sibuk dengan upacara perpisahan. dan tentu berkurang lagi satu dosen di kelas. dihimpunan ucapan duka dengan karangan bunga juga di fakultas berjejar. larut dalam duka. sementara di tempat lain, almarhum terbaring beku disisi para peziarah.

Peziarah tak hanya ia, yang hidup adalah bagian dari (pe)ziarah itu. kelak kembali jua, hidup hanya "singgah minum sebentar" kata Sindhunata. Ada saat persinggahan ada saatnya berhenti di titian.

Mati tampaknya bisa dilihat sangat jelas walau bagian kesuyian perjalanan manusia. mati juga menjadi bagian dekat dari hidup kita. ia lebih dekat dari kerongkongan. sungguh, "yang hidup akan merasakan mati" begitu firman Allah. hidup adalah jalan awal menemukan horizon yang lebih luas. Mati adalah 'lonceng peringatan' bagi yang hidup.

Untuk guruku, guru kami. berjalanlah menuju keabadian, kau telah terbebas dari segala belenggu dan sesak dunia. pergilah menujuNya, dengan takzim kami mendokan engkau menuju kedamaian. Engkau berteduh di bawah pohon yang rindang, kini "umur pun tak lagi bisa dirayakan" puisi Joko Pinurbo mulai menyayat sepi.

Requiem aeternam, beristirahatlah engkau dalam kedamaian abadi.
---------
  1. mengenang guru kami, Almarhum Drs. Andi Gani Baso, MA yang meninggal subuh tadi, 12 Januari 2012
  2. foto : koleksi pribadi #Jogja Art 2011
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...