Saturday, January 21, 2012

Kunang-kunang dalam kotak kaca

'aku akan berdiam disini sampai tua', sahut photuris*

Jangan bimbang. nanti kupetik kembang setaman
atau anyelir.
namun, jika kau tak menyukainya
kupersembahkan cahayaku dalam kotak kaca
hingga kau menjawab "iya"
sampai aku meluruh.

Kau tahu?
aku tak lagi percaya takdir
sebab ia selalu menyimpan sunyi
tapi
aku percaya kau.

Malam pasti mendengar,
lirih sunyi suaramu
yang diterbangkan angin
menyusup dari kotak kaca itu

Jangan takut. telah kusiapkan
tujuh ksatria yang kembali dari balik hutan
dengan pedangnya yang rela mati untukmu,
merelakan tubuhnya terbakar sampai habis.

Kau tahu, rindu itu seperti cerita nina-bobok?

Jadi terlelaplah,
raih selimutmu
lafazkan doa, sebelum kau padamkan lampu
dan semuanya menjadi gelap.

Aku tak lupa
kau bisa pendarkan cahaya.

Yogkakarta, minggu 220112
--------------
ilham pagi itu:
*salah satu jenis kunang-kunang, cahaya mereka berperan dalam perburuan dan perkawinan.

**agaknya pada diniharilah gelap adalah sebuah ajektif bukan tentang kekurangan, melainkan tentang kelebihan: gelap adalah sesuatu yang bersama kita sebelum cahaya; ia juga sesuatu yang akan bersama kita sesudah cahaya." Goenawan Mohamad - In the Wee Small Hours [http://puisigm.blogspot.com/]
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...