Monday, January 2, 2012

Bromo di pagi hari

--Mengenang perjalanan yang luar biasa dipenghujung tahun 2011

Konon tuhan mennciptakan pulau Jawa saat tersenyum, untuk itu semua yang terhampar di pulau ini hanya keindahan, salah satunya apa yang ada di taman Nasional Bromo Tengger Jawa Timur.

Saya berada dihamparan hutan pinus, membayangkan tersesat di sebuah tempat seperti dalam cerita film Alice in Wonderland, begitu misterius dan penuh suasana mistik. Pohon pinus tinggi menjulang yang hampir menjacapai 30 meter atau pohon tua berusia ratusan tahun mencapai 50 meter tingginya, juga edelweis, jenis paku-pakuan dan lumut khas dataran tinggi hidup menyepi diselimuti kabut yang sesekali terdengar suara hewan-hewan hutan. suasana seperti ini mirip apa yang diceritakan Alain Weisman dalam The World Without Us, bagian pertama “aroma firdaus yang tertinggal”. Hening, menyejukkan bercampur aroma mistis.

Aroma flora bercampur embun pagi dan hujan rintik-rintik membangkitkan ingatan kita pada hutan-hutan tropis atau padang hijau kalimantan atau tempat-tempat lain yang dihadirkan National Geographic Channel. Menempuhnya bukanlah perkara mudah, ketinggiannya mencapai 2329 meter diatas permukaan laut dan medan yang hanya cocok disebut offroad. Jeep, motocross atau atv paling cocok menempuh medan ini. Disinilah tantangannya. Tidak mengherankan jika banyak wisatawan berkunjung tidak hanya menyaksikan ritual masyarakat Tengger namun Bromo memang menawarkan banyak cerita.

Di atas Bromo, tersaji pemandangan—Pura, lautan pasir, kawah aktif dan beberapa gugusan gunung. salah satunya gunung tertinggi di pulau jawa, Semeru.

Di kejauhan pandang, mata saya tertuju pada puncak Mahameru, puncak tertinggi para dewa, Semeru. [Sambil berdoa untuk berkunjung minimal di Ranu Pane, kaki Semeru suatu saat nanti]

***
Disini memang penuh ketakjuban, seperti menemukan dunia yang hilang beribu-beribu tahun yang lalu dimana bumi hanya menyisakan homo sapiens dan hamparan hijau dan pohon berusia ratusan tahun dan berukuran besar.

Hutan eksotik itu memancing mata untuk tetap tinggal menghirup semua aroma flora yanng dihembuskan dibalik keheningan embun pagi. keakraban tiba-tiba dirasakan di taman nasional ini. Betapa lengkap kehidupan di bumi. [Tuhan memang benar-benar tersenyum ketika menciptakan pulau Jawa].

Di taman nasional ini kehidupan serasa menyatu; masyarakat sekitar memanfaatkan kesuburan tanah Bromo untuk bercocok tanam, dan masyarakat menghidupkannnya dengan menjaga kelestarian hutan. Bagi masyarakat sekitar, disini kenangan betul-betul dipertahankan, pohon berusia ratusan tahun, lautan pasir yang berbisik, keheningan embun yang setiap hari seperti itu.

Saya melewati hamparan pinus, jalan terjal, dan kebun-kebun teras sering penduduk sekitar. Untuk memudahkan berkunjung di Bromo, pengujung disarankan naik kendaraan Jeep, motocross atau kendaraan offroad. Ada beberapa cara untuk sampai kesana, pengunjung bisa melalui Probolinggo daerah Tongas (lebih dekat lewat puncak Bromo) dan bisa melalui Pasuruan melalui desa Tosari (lewat disini ditempuh 14 km untuk sampai ke puncak menggunakan jeep atau motor).

Syahdan, angan-angan untuk kembali ke Bromo memang selalu menarik-narik. Dan semoga gugusan pinus, lautan pasir, keheningan embun, dan pohon-pohon besar berusia ratusan tahun selalu terjaga untuk dinikmati lagi.

di kaki Bromo,010112
Share:

6 comments:

  1. coba modelnya bergeser sedikit, gunungnya terlalu keren untuk ditutupi hehehe...

    Bromo cantik ya kak. Sejuknya sesuatu sekali :)

    ReplyDelete
  2. btul skali syam, jadinya ketutup...untuk di Indonesia, bromo sesuatu skali...eh2. dan banyak sperti itu di Indonesia. indah memang Indonesia. :)

    ReplyDelete
  3. wah pasti keren n asik di sana..
    hehe
    btw ditunggu ya follow backnya :)..

    ReplyDelete
  4. kak jadi ingat 5 menara baca tulisanta

    ReplyDelete
  5. kenapa bisa din? bukan karena dini meminjamkan saya novel yang belum sempat saya kembalikan? ehehehe

    ReplyDelete
  6. Haha salah ingat kak. I mean 5 cm. Baru baca lagi minggu lalu

    ReplyDelete

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...