Sunday, December 4, 2011

Rama-rama Nusantara

Syahdan, setiap kali membaca tentang nusantara setiap itu pula mimpi saya kembali menggelayut, larut dalam mimpi-mimpi lama; berkeliling mengarungi lautan nusantara dengan phinisi buatan Tana Beru, Bulukumba.

Namun mimpi ini bisa jadi kenyataan dalam hamparan sebuah buku. karya yang menjadi peta masa silam kemahanekaan flora, fauna dan budaya nusantara. Ia seperti hadir dalam bentuk cerita/dongeng perjalanan dari seorang yang jauh mengembara.

Dalam peta mimpi yang ditulis dalam pengembaraan ini saya tertuju pada penulisnya yang banyak mengumpulkan serpihan kisah nusantara. Alfred Russel Wallace dalam maha karya Kepulauan Nusantara, catatan perjalanan ini hampir disebut sebuah dongeng termasyur di abad-20. Ia bercerita dari petualagannya yang panjang: Amazon hingga kepulauan Ke, di Ternate. Berapa jarak yang ia butuh untuk sampe ke Indonesia? Saya tak menghitungnya, walau wikipedia.org telah mengukur jarak petualangan orang Inggris ini. Disayangkan, teori evolusi yang lebih dulu diperkenalkannya justru lebih terkenal di tangan Darwin.

Di kisah yang lain, Darwin yang juga suka bertulang, memulai perjalanannya yang mengagumkan di atas kapal Beagle tahun 1831 yang saat itu ia masih berumur dua puluh dua tahun. Saat menyelusuri pantai Amerika Selatan kepulauan Galapagos, pulau-pulau di Pacifik, Samudera Hindia serta Samudera Atlantik penulis The Origin of Species yang menjadi terkenal di sekolah-sekolah atau pelajaran biologi dengan konsep seleksi alam, Survival of the fittest ini takjub dengan keindahan alam luar eropa; vegetasi, spesies binatang, suku-suku primitive dan berbagai fosil hewan dan tumbuhan. Eksotika luar Eropa membuatnya kagum. Sebuah penemuan tak terkira.

Selanjutya, Wallace kemudian menulis Kepulauan Nusantara sebagai rekam jejak penjelajahan yang dirangkunmnya dalam sebuah catatan. Ia memulai penelitian lapangan, dimana untuk pertama kalinya memulai perjalanan yang hampir tidak beda dengan kisah Darwin: Benua Amerika, di sungai Amazon di tahun 1846 saat ia masih berusia dua puluh tiga tahun dan kemudian berlanjut di Kepulauan Nusantara.

Dengan mengambil kisah-kisah perjalanan nusantara sebagai ilham, Wallace menulis. Ilham ini datang dari perjalanan di Indonesia. Di Ternate kepulauan Ke, ia takjub dengan dengan rama-rama (kupu-kupu) nusantara. Kecantikan kupu-kupu nusantara ini tentu saja membuat Darwin terperangah takjub. Sampai-sampai menulis dalam pengantarnya di buku Wallace, “...dan saya begitu iri pada anda, menemukan jenis kupu-kupu cantik membuat saya merasa muda kembali”.

Membaca Kepulaun Nusantara seperti saya membaca Alan Weisman, The world without Us, Dunia tanpa Kita. pembacaan ini seperti membaca fiksi yang dirangkai dengan begitu banyak data. Membaca Nusantara dari dekat tanpa bermimpi lagi menyusuri luas nusantara dengan Phinisi buatan orang Tana Beru. Perjalanan Wallace memberi tanda baca ditiap relung-relung yang panjang nusantara ini. Dan tentu seperti dalam buku Dunia Tanpa Kita, ada tempat tertentu di bumi yang memungkinkan indera kita memperoleh gambaran tentang taman firdaus pada masa sebelum manusia ada.

Saya telah memperoleh gambaran lepas taman firdaus itu lewat di buku Wallace. Saya telah diajak mengarungi keindahan lanskap Nusantara.

jika ada kata yang bisa menggantikan karya Wallace ini maka kata ini bisa mewakili : MENAKJUBKAN...

Share:

8 comments:

  1. Hellow kak Patta aga kareba? Lama tak wara wiri dudunia blog :)

    Well, baca dr awal sampe penghabisan postingan kali ini sy jadi tertarik sm itu wallace jg, sm yg buku dunia tanpa kita? Hehhee... seru kali yah, tapi memang sih buku petualangan. itu bikin tambah pengetahuan juga bikin kita jd penasaran. wew...

    ReplyDelete
  2. nanti syam bisa baca kalo sy di makassar, sy punya kok the world without us. ingatkan saja nanti...:)

    kabar baik syam, kok gak bisa akses blognya? lagi perawatan blog ya? :)

    salam berbagi...

    ReplyDelete
  3. saya baru sebagian Dyah...dyah. skripsinya judulnya apa? ada jurnal gratis yg bisa saya akses disini,smga bisa memmbantu literaturnya...salam hangat

    ReplyDelete
  4. wah, semalam bukan lg berbenah kak tapi blog saya adayg apus. alhamdulillah sy sudah contact ke google langsung untuk verivikasi dataku, semalam sy begadang sampe jam 3 ngurus blog :'(

    well, berarti 2mi janji ta sm saya
    1. lagu2 travelling di postingan ttg lagu dulu
    2. bukuuu, yeay.... ditunggu kak :)

    ReplyDelete
  5. kok bisa aday yang hapus? brarti ada yang tau akunnya? untunglah...kalo dalam dekat ini pasti yang lagu...tp kalo buku setlah di makassar boleh dipinjam...:). tapi diajarin jg cara memoto ya...:)

    salam

    ReplyDelete
  6. Sip... beres kak! Hahahah

    eh well, amor fati artinya apa kak? Komentar terakhirta di blogku, kl tanya sm om gugel artinya "cintai takdirmu" ~ maklum kurang mbaca :p

    ReplyDelete
  7. cocok syam, gak salah. singkat nulisnya karena koment di blognya banyak skali...luar biasa. sy hanya suka memakai kutipan GM itu, Amor fati : kita menerima nasib dengan segala rasa cinta (walau konteksnya lain)...:)

    ReplyDelete

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...