Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

IBUNDA

Tak ada yang benar-benar mengenalinya
selai angin yang masih menyebutnya perempuan

Joko Pinurbo, Penyanyi yang pulang pada dinihari
--

PEREMPUAN, saya menyebutnya IBUNDA. Memori tentang dirinya tak pernah (dan tak akan pernah) habis-habisnya diinggit. Kesabarannya adalah matahari. Perempuan yang kemudian dipanggil BUNDA padanya muara cinta.

***
Tentang Ibu, saya teringat lagi sebuah novel di awal abad-20 berlatar masa revolusi industri di Rusia yang dikarang sastawan revolusioner Rusia Maxim Gorki, novel yang telah diterjemahkan puluhan bahasa (termasuk Indonesia). Novel yang diterjemahkan salah satu sastrawan besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer tahun 1955 itu sangat memikat untuk dibaca.

Syahdan, sebuah kisah hidup seorang perempuan, sebagai istri (yang tidak lama kemudian menjanda) dan juga sebagai ibu dari seorang buruh muda bernama Pavel Vlassov, dia adalah Pelagia Vlassov. Perempuan itu bekerja sebagai buruh di sebuah industri. ia digambarkan sebagai sosok yang jauh dari gelimang harta, jauh dari itu semua, ia hanyalah orang miskin yang tinggal di daerah kumuh.

Sebagai pemeran utama, Pelagia digambarkan sebagai sosok yang tidak menampilkan keindahan fisik. Badannya bongkok dan miring, wajahnya kerut merut dan alisnya terbelah oleh bekas luka (Gorki, Ibunda, 2002:x). Penampilannya melampui usia karena kerja berat, ia tak bisa lagi menghitung berapa pukulan dan kekerasan yang dihadapinya dari suami yang pemabuk. Namun dari semua itu ia tak menyerah, sama sekali tidak, ia beruntung memiliki anak laki sepenurut dan seperhatian Pavel, dan akhirnya lingkaran kepasrahan pada takdir dapat dipatahkan oleh anaknya.

Membuka helai demi helai novel ini pembaca diajak ‘bertamasya’ diawal abad-20 ketika Rusia (dulu Uni Soviet) memasuki revolusi industri. Terkhusus pada kehidupan kaum buruh miskin di sebuah industri Rusia.

Gorki menulis novel yang konon menyalakan semangat perjuangan kaum muda di dalam dan di luar negerinya dengan protagonis seorang perempuan (saya melihatnya sebagai seruan bagi kaum buruh untuk bangkit melawan) bacalah petikan Bangkit berjuang, Buruh, bangkit...(hal. 244-246). Novel itu sebagai bentuk penolakan atas kemandegan, kepasrahan dan ketidak berdayaan (hal.xiv).

“kesabaran hanya menunda kekalahan” kata GM.

Gorki yang memang perpaham sosialis agaknya memberi banyak pemahaman tentang sebuah pejuangan perempuan dan kesabaran mengahadapi hidup dalam keterbatasan. tapi perempuan yang dihidupkan Gorki seperti mengandung makna lain, saya tak tahu mengapa Ibunda sebagai kata ganti tokoh protagonis dipakai untuk melawan penindasan. Tapi disini Gorki mau berjuang atas kesewang-wenangan totalitarianisme. disini juga bisa dikata bahwa kata-kata tak pernah bisa dibungkam (seperti halnya sastra).

Ketimbang sibuk melihat aspek politis dibalik itu saya lebih suka menikmati cerita novel ini yang sangat ibusentris. Alur cerita semua berpusat pada kegiatan Pelagia Vlassov, sang bunda.

[saya mencoba menerawang jauh di suatu tempat, Ibu saya yang selalu kupanggil amma a’ji, ia hanyalah tamatan sekolah rakyat, ia buta aksara (walau tak tepat jika saya pakai pandangan Freire mengenai makna pendidikan) tapi perannya sebagai ibu tak bisa lagi kupertanyakan, tak kusangsikan. Tapi apa daya Ibunda hanyalah pelengkap isi rumah, ia terjerat dalam peran domestik bernama “ibu rumah tangga”]

Saya ingin menutup dengan sebuah pertanyaan retoris Pavel anak sang bunda, “kesenangan apakah yang pernah Ibu kenal?” ia bertanya, masa lalu mana yang telah memberi Ibu kenang-kenangan menyenangkan?”

untuk saya, pertanyaan retoris itu hanya bisa kujawab, "saat bersamamu Ibu".

-------------------------------
Saya baru ingat, 22 Desember hari IBU, saya mengucapkan selamat hari IBU untuk perempuan-perempuan yang tak pernah lelah menyemai cintannya dengan sederhana.


Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

4 comments:

  1. seperti biasa kak patta menulis dengan cantik... salam buat amma aji' kak.

    ReplyDelete
  2. hehehehe...disampaikan salamnya syam,slamat akhir pekan...

    ReplyDelete
  3. hehehehe...disampaikan salamnya syam,slamat akhir pekan...

    ReplyDelete
  4. sama2 kak, selamat libur panjang tepatnya... haaahaa :)

    ReplyDelete

Terimakasih yang tak terhingga untuk sahabat yang berkenan menuliskan komentar kritisnya...salam bahagia