Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

Jai guru deva...

INDIA dengan segala isinya yang dikandung—mitologi, mistisme, peradaban, yoga, asketisme, sejarah, budaya, filsafat, film, hingga musik—tak pernah habis-habisnya diselami. tempat lahirnya jagad dewa ini adalah bagian alam yang menampung milyaran manusia.

syahdan, saya tertahan dengan petikan lagu The Beatles “Jai guru deva om” di lagu Across the Universe. Terus terang saya tak banyak menyimak lirik lagu band legendaris asal Liverpool ini. Yang sering saya dengar dan hapal (benar-benar hapaf liriknya) hanyalah Hey Jude, Yesterday, Yellow Submarine dan Imagine yang dinyanyikan salah satu personil Beatles, John Lennon. Selebihnya saya tak tahu.

Namun petikan sansekerta di dalam lagu-Jai Guru Dewa Om-yang mengandung puji-pujian itu membuat saya mendengar dengan takzim, akhirnya saya membuka buku Heinrich Zimmer “Sejarah Filsafat India”.

Bagaimana dengan Jai Guru Deva? Saya membolak balik buku Zimmer yang tebalnya mencapai 614 halaman itu, tak satupun ada kata Jai Guru Deva (mengingat indra saya yang terbatas). Merasa tak puas, saya browsing internet dan mengetik keyword "Jai Guru Deva Om", hasilnya selalu merujuk ke lagu the Beatles itu, membuka wikipedia pun tetap sama.

Namun dari sini, di lagu itu akhirnya menemukan sedikit pencerahan bahwa Jai Guru Deva Om yang ditambatkan ke dalam lirik across the universe itu memiliki kisah spritual bagi personil Beatles. liriknya dekat dengan nuansa spritual yang diciptakan John Lennon dipagi buta ketika sedang melakukan perjalanan spritual ke India, sepotong liriknya seperti ini

"words are flowing out like endless rain into a paper cup ..."

[saya pun mengutip wikipedia "Across the Universe" is a song by the English group The Beatles. It was written by John Lennon, and credited to Lennon–McCartney. The song first appeared on the various artists charity compilation album No One's Gonna Change Our World in December 1969,...”]

liriknya seperti rapalan mantra dan tentu menambah kesan 'dalam' di lagu itu. Lagu ini mengingatkan kearifan-kearifan dalam buku Zimmer, yang mengingatkan manusia (india) sebagai pejalan yang mencapai moksa, pembebasan spritual, dan penebusan dosa.

Di India, The Beatles seperti melayang-layang di udara, (seolah-olah) mencapai nirvana dengan proses meditatif. Lagu ini saya anggap bagian dari proses mencapai atman (penemuan diri).

"jai guru deva om ... nothing's gonna change my world"

Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga untuk sahabat yang berkenan menuliskan komentar kritisnya...salam bahagia