Thursday, November 17, 2011

Teman Curhat


apa yang saya rindukan saat ini? jawabannya teman curhat. teman yang selalu mengiri ruang kosong dikala gundah. walau kini ia tak lagi ada. tak pernah pernah bertukar cerita.

curhat; tempat mencurahkan keresahan dari ruang privat ke ruang publik.

saya tidak tahu curhat milik orang lain, butuh berapa orang untuk sekedar menumpahkan resah dan gelisah?, bisa hanya satu orang, dua, tiga bahkan bisa satu RT.

ada peristiwa, teman2 mahasiswa yang sama2 di kelas -ketika masih aktif jadi asisten dosen-menumpahkan gundah pada saya (hanya beberapa orang), ibaratnya kemudian saya dijadikan 'tong sampah' yang menampung semua hal dari yang penting sampai yang tidak penting, dan topiknya pun campur sari, tapi anehnya, saya tak banyak tanya. mungkin saya hanya pendengar yang baik. disinilah peran petuah bijak itu mujarab "silent is gold".

tapi ketika saya ingin curhat, saya malu untuk menumpahkan resah gelisah hidup pada mereka. apalagi kalo bukan jaga image. jadinya kesah dan gelisah saya pendam sendiri. resiko jaim. masalah ditanggung sendiri (tak enak memendam sendiri resah dan gelisah ternyata).

curhat memang dekat dengan dilema, orang menumpahkan kesah lewat radio sebagai misal, kisahnya kadang terdengar menyayat-nyayat hati ada juga yang terkesan 'basi'. tapi itulah bumbu curahan hati. walau curhat tak bisa dikaitkan hanya karena orang merasa sedih, disaat bahagia pun orang rela berbagi cerita. inilah cerita manusia yang dilanda dilema-meminjam istilah Sindhunata, dilema usaha manusia rasional.

***
Saya merindukan teman curhat saya dulu, yang hampir setiap minggu saya melapor seperti mahasiswa yang sedang menjalani konsultasi pada dosen pembimbingnya. Dari yang penting sampai yang tidak penting di cerita bahkan kadang-kadang hal-hal yang absurd. Teman curhat saya ini paling mengerti. walau agak keras hati... :). tapi dia orang yang baik dan menyenangkan selama saya mengenalnya (yang singkat).

saat tersulit ketika tak ada lagi teman curhat yang seperti kita idamkan, jikapun terganti, yang ada hanya cerita hambar, membuat curhat tak lagi cair, kaku, dan saling menjaga image yang akhirnya perlahan-lahan memudar, hilang, tak berasa. makanya saya merindukan teman curhat sebaik dia...i miss her so much.

mungkin jika ada curhat yang paling tepat disini adalah disini, di blog ini. walau akhirnya yang hadir hanya komunikasi monologis. tapi saya anggap ini juga curhat.
Share:

4 comments:

  1. Postingannya agak galau, sedang meradakan kekosongan rupanya dan sumpah gambarnya sangat menyeramkan. hehehe...

    ReplyDelete
  2. hehehehe...iya benar mbak sya. foto itu dari jogja art 2011. tema2 waktu itu lagi nuansa magis skaligus mistis...:)

    jadi dah sampe di maksar?

    ReplyDelete
  3. Lah memang saya di makassar kok. Ndak kemana-manaji :)

    Ah jogja art! Nanti sy mau datangi itu jogja karnaval deh... insyaAllah. hehehhe

    ReplyDelete
  4. amin amin..tahun depan lagi karnavalnya...

    ReplyDelete

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...