Friday, September 30, 2011

Nasi (didalam) Bambu

Menikmati perjalan disetiap daerah memang mengasyikkan. Apa yang penting dalam setiap perjalanan? Jawabannya bisa jadi suvenir dan kuliner. Ya, orang tidak mungkin melewatkan salah kesempatan seperti ini. Membeli suvenir dan mencicipi makanan khas suatu tempat.

Seperti dalam perjalanan ke Jeneponto. Untuk suvenir memang tidak banyak (sulit mendapatkan suvenir) namun kuliner tidak sulit untuk dijumpai. Salah satu kuliner yang sayang jika dilewatkan ditempat ini adalah salah satunya nasi bambu. Orang disana menyebutnya Lammang. Sama halnya di toraja yang disebut dengan Pappiong.




Lammang ini terbuat dari beras ketan putih, merah atau ketan hitam yang dicampur santan dan dibakar dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang. Proses pembakarannya membutuhkan waktu 1 jam. Panganan ini sangat gurih dan paling enak jika dihidangkan dalam keadaan panas dipadu dengan dengan telur asin. Hmmm yummi...

Harga setiap nasi bambu seharga enam ribuan dan telur asin seharga tiga ribuan sudah bisa membuat perut kenyang. Makna dari setiap perjalanan makin terasa dengan kuliner kampung ini.

Jeneponto menuju Makassar. 290911

Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...