Monday, July 18, 2011

Seni yang Layak Dikenang


foto 1 : koleksi pribadi

Sepanjang waktu, seni adalah satu benda yang tidak pernah surut untuk berproduksi. Paling tidak apa yang terlihat di Taman Budaya Yogyakarta yang kembali menghadirkan tema - ART JOGJA 2011. Disaat orang-orang miris dengan kondisi bangsa yang tak nentu. Di taman budaya banyak memberi penyejuk dengan menawarkan seni rupa dan musikal yang layak untuk dikenang.

Beragam bentuk seni (yang kesemuanya nampak citra urban) terpampang. Beragam imaji, ekspresi, suara dan bentuk dinampakkan dalam karya itu. saya menyempatkan hadir di sela-sela kemalasan yang menggerogoti (terpaksa).

Di beranda taman budaya itu, saya takjub dengan bentuk salah satu karya “kepala gadis kecil terpenggal dengan ukuran besar”. Karya itu terbuat dari tanah liat. Nampak bagian wajah retak akibat sengatan matahari terus menerus. Saya lama terdiam. Terpukau dengan karya itu.bisa disebut maha karya.


foto 2 & 3 : koleksi pribadi

Saya beranjak lagi setelah berpuas-puas mengambil gambar kepala bayi terpenggal itu. masuk kedalam ruangan yang desain minimalis. Nampak dinding dan ruangan itu diisi bentuk karya yang layak dikenang. Beberapa karya yang mata terpana, nampak mengundang selera. Perlahan-lahan saya melangkah, berjalan dengan mata awas. Di pojok kanan, nampak mobil jeep dengan senapan laras panjang menggantung diri. Disisi kiri nampak lukisan tiga dimensi memencarkan pendar lampu-lampu dibalik lukisan.

Lukisan besar itu pernah terlihat sebelumnya-menjadi sampul majalah BASIS dengan tema pendidikan.

Saya tak puas dengan satu gambar, saya kemudian melangkah masuk diruangan gelap dengan gambar seperti hologram. Beberapa menit berganti menjadi gambar-gambar lain. Yang saya ingat adalah seribu wajah perempuan dan diruangan sebelahnya seribu wajah Marylin Monreo.
Bagi saya, yang awam tentang seni apalagi (maha) karya seperti itu, nampak susah untuk melupakan momen seperti itu. sejumlah karya-karya itu memang tidak layak untuk dilupakan. Semuanya mengundang takjub.

foto 4 : koleksi pribadi

Ini mungkin seni urban dengan gaya modern, beragam tawaran dan pesona. Agaknya benar Nirwan Ahmad Arsuka dalam blognya yang pemerhati seni itu bahwa seni modern memang mewarisi semangat untuk tidak menerima dunia apa adanya. Agaknya memang demikian. Beragam karya itu, seakan molak kemutlakan.

Saya berjalan lagi dalam ruangan lain, mata saya tertuju dengan ruangan yang di dominasi dengan sekelompok hewan penggerat, BABI. Yang menarik adalah, BABI dengan segerombolan anaknya tampil sendiri. Babi itu berwarna merah dengan cap taburan bintang. Saya tau bahwa itu simbol negara China. Tidak lain sebagai kekuatan besar dalam ekonomi dan politik.

Seni rupa modern seperti menolak pakem. Berusaha keluar dari kungkungan. Apa yang ada dalam ruangan (galery) itu memang seperti memberi jawaban.

Sayangnya saya tidak menulis nama-nama dari pembuat karya itu. tapi paling tidak gambar-gambar karya ini memberi penyejuk di mata. Aprsesiasi memang layak diberikan kepada panitia penyelenggara pameran seni rupa dan musikal ini. Pameran seni rupa dan musikal ini memang layak untuk dikenang.





foto 5 & 6 : koleksi pribadi

Jogja Art 2011, Taman Budaya Yogyakarta.



Share:

2 comments:

  1. Karya seni yang luar biasa dan patut dikenang,..
    Saya juga suka akan seni,..
    Terimakasih share artikelnya..

    ReplyDelete
  2. sami2 mas...sy penikmat seni. trimakasih pula atas kunjungannya di lapak saya...

    salam hangat

    ReplyDelete

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...