Tuesday, June 21, 2011

Tiga ranting



tiga ranting
perlahan,
melepas dedaunan dengan rela : tak kuasa lagi menahannya disana

Ranting dan sebait puisi hujan bulan juni

: untuk non

Ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni. ya, Ranting itu, dengan kesabarannya mencintaimu. Walaupun kau tak menyadari. Ia mencintaimu diam-diam. Tak pernah berfikir untuk berkata

Ranting itu yang dalam suka dan tawamu menemani. tak bosan menjagamu. Walau kau tak menyadarinya. Setia apa adanya. Tak pernah berniat berpaling

Ia jua yang lebih tabah dari hujan bulan juni. Dibiarkan perasannya tertahan tak terungkap. Walau kau menyadarinya. ia rela menahan waktu. Menunggu senja beringsut perlahan-lahan. Menjemputnya

Ranting itulah yang lebih tabah dari hujan bulan juni. Tak ada yang lain. Memujamu tak henti-hentinya. Ia masih disitu diranting itu

Ranting (dan) kita

ini tentang kita
Saat mengenang masamasa silam di jalan itu.
Bertukar tawa, air mata, dan kesiasiaan

Masih tentang kita
Saat menuliskan sebait cerita di kertas berwarna dan menggangtungnya dirantingranting pohon itu. tak habis-habis kata untuk di eja. Tak lekang pula waktu menunggu hinggai kertas-kertas itu memudar dan lapuk. Diurai waktu

Dan ini akhir dari kita
Ketika harapan sebatas utopia, tak berwujud seperti cerita dalam kertas itu : menghilang dan tenggelam

cerita kita ada diranting itu.
Yogya, 210611


Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...