Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. e-mail: pattahindi@gmail.com

Katak dan dunia baru


Tidak sama dengan katak yang barus menyelam beberapa jengkal kolam kemudian mengatakan kolamnya sangat dalam. padahal masih ada samudra yang lebih dalam. Keterbatasan indra dalam menyerap dan menerima pengetahuan baru menjadi alasan si katak itu pongah. Ia tidak tahu bahwa ada dunia besar yang tak pernah ia liat sebelumnya. Keterpenjaraan dari lingkungan sekitarnya lupa akan dunia yang sama sekali baru baginya. Ia terjebak dalam labirin pengetahuan. Dangkal tak punya makna.

Dunia itu tak datar dan selebar daun kelor, tapi jika katak itu menyusurinya, tak terbilang misteri yang ia dapat. Matanya tak terbuka lebar, sehingga ia masih terpenjara, “katak dalam tempurung”.

Katak itu harus membuka dunia. Cara pandangnya musti luas untuk bisa membuat kesadarannya menjadi nyata. Tak terjebak dalam kesadaran palsu. Tak semua katak yang berfikir selalu dalam tempurung. Ada juga katak yang mencari dunia baru, yang sama sekali baru buatnya. Ia tak mau merasa mapan, merasa di zona nyaman yang akhirnya menina-bobokkannya.

Saya harus belajar dari peristiwa ini...

Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...