Friday, March 4, 2011

tuhan dalam kedamaian

Tuhan terlalu rumit untuk dipahami tulis Gede Prama.mendefenisikan tuhan pun berarti membatasi ke-agungan-nya, padahal tuhan tidak dapat dijangkau hanya diyakini. Bagi kaum rasionalis, tuhan hanya mitos yang dihadirkan melalui periwayatan dan kisah-kisah. Padahal tuhan adalah milik bumi dan langit beserta isinya. Tuhan ada melalui keyakinan.

Betulkah tuhan terlalu rumit untuk dipahami ataukah manusia seperti kita yang dhaif yang merumitkan keberadaanya ? tuhan terlalu baik dan maha pengasih di kala orang merasa mendapat banyak rejeki dan keberlimpahan harta, tapi tuhan tidak adil tatkala orang yang merasa mendapat bencana dan kemiskinan. Defenisi tuhan berdasarkan perasaan personal orang. Sama halnya ketika saling menumpahkan darah atas nama tuhan (agama).

Kerumitan pemahaman akan tuhan pernah diceritakan- Nabi Ibrahim as-mencari tuhan, perjalan spritual nabi Ibrahim melihat matahari, bintang-bintang, dan bulan. tapi pencariannya pun tak berhenti ketika Ibrahim berkata "aku tidak akan beriman pada sesuatu yang tenggelam". Nabi Musa pun tak mudah mencari tuhan, perjalan dengan khidir dipenuhi dengan teka-teki, pendakiannya di bukit Tursina sambil bermunajat, bermohon tuhan hadir dan menampakkan diri. Tapi yang ada adalah bukit yang menjulang tinggi dan akhirnya hancur.

Tuhan dalam pikiran Musa as adalah yang memiliki kekuatan yang transendental. yang tak dapat diuji atau disanjung. tapi sifat itu kadang hadir dalam pikiran manusia. perjalanan spritual bersifat personal. Tuhan hadir dalam pikiran dan keyakinan manusia. Menjangkau tuhan ibarat menempuk angin atau mengela nafas. (tuhan bagiku adalah kedamaian). Saya pun tak dapat mendefenisikan tuhan, karena hanya dapat meyakini saja, selebihnya tidak.

Ber-tuhan adalah kedamaian. Karena ber-agama adalah ber-tuhan, dan tuhan hadir pada kedamaian sikap dan laku manusia. Keber-tuhan-an sepatutnya di wujudkan dalam kehidupan ber-sosial. Karena ada juga yang (katanya) ber-tuhan namun tidak mencerminkan sikap sosial dan kedamaian dalam dirinya.

semoga tuhan hadir dalam hati kita...amin
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...