Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

Loro Jongrang dan Bandung Bondowos


Orang biasa menyebutnya Candi Sewu (sewu dalam bahasa Jawa : seribu) tapi sekarang lebih banyak disebut Prambanan. Di kecamatan Prambanan, Yogyakarta. Di tempat ini bercerita Bandung Bondowoso ksatria penakluk kerajaan Baka. Cerita dimulai dengan penaklukkan kerajaan Baka namun tak berlanjut pada penaklukkan hati Loro Jongrang, putri cantik sang raja.

Orang-orang percaya candi 1000-Prambanan itu dibangun hanya satu malam. Tapi sejarah itu tidak lurus. Terkadang sejarah menjadi teks yang dikonstruksi pengarang, penutur dan pelaku sejarah.

Ketika guide Prambanan mencoba meluruskan dengan sedikit “rasional” bahwa candi Hindu itu di bangun dengan durasi 200 tahun, berbeda dengan mitos yang berkembang, di bangun hanya satu malam dengan jumlah ribuan bala tentara gaib kerajaan Pengging.

(Revitalisasi 1 candi yang rusak akibat hantaman gempa membutuhka 4-5 tahun. Candi pun tak lekas untuk digunakan).

Kata “1000” seperti membilang “yang tak terhingga” kata Goenawan Mohamad. Seperti “1000 janji”, “1000 kata-kata” dan “1000 bintang”. Melukiskan yang tak terhingga dengan bahasa khiasan.

Kita tak harus meninggalkan sejarah, untuk kisah ini, kita harus mengikuti alur, tapi kita belajar perjuangan tentang cinta, keberanian, pengorbanan sekaligus kesiasiaan. Loro Jongrang dan Bandung Bondowoso adalah cerita lahirnya Prambanan. Ia tak mengenal batas ruang, sayang waktu tak bersahabat hingga pertanda kokok ayam, bunyi lesung mengahiri perjuangan cinta Bandung Bondowoso, berakhir pula penaklukkan hati Loro Jongrang itu. Sebuah kisah romantis sekaligus dramatis. Dan di Prambanan akan tersaji lanskap cerita itu.

Menarik kata kunci dari Goenawan Mohamad, “dalam kemengangan mengandung kekalahan”. Seperti kemenangan Bandung Bondowoso atas raja Baka, namun kalah dihadapan syarat sang putri raja Baka, Loro Jongrang. Membangun “1000 Candi" dengan “1 malam”. Adakah yang sia-sia dari kisah ini ? untuk menjawabnya kita harus melihatnya di Prambanan.

Jogja, 16 Maret 2011

Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga untuk sahabat yang berkenan menuliskan komentar kritisnya...salam bahagia