Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. e-mail: pattahindi@gmail.com

Timur Tengah Diujung Domokratisasi

“Revolusi melati” membawa dampak domino di timur tengah, kondisi ini menimpa juga di Mesir. Negeri yang dianggap sumber peradaban sedang dalam tekanan hebat. Paradoks memang, mengingat banyak pemikir pembaharu namun krisis demokratisasi. Kemiskinan, praktek korupsi dan pengekangan hak-hak sipil menjadi dilema selama pemerintahan Hosni Mubarak (setelah Mubarak pun demokrasi di Mesir menjadi pertanyaan besar).

Kemiskinan, pengagguran dan pengekangan kebebsan hak-hak sipil itulah yang menjadi masalah di negeri ini. sekitar 21,6% dari 80 juta penduduk Mesir hidup dalam kemiskinan ekstrem. Pengangguran mencapai 9,4% (http://www.unisosdem.org),

Saya anggap inilah misteri di negara timur tengah, tidak ada yang menyangka secepat ini parade gelombang gerakan massa. bagi yang rindu demokrasi, saat inillah moment itu menajdi nyata. Gerakan ribuan massa tak mampu dibendung dengan senjata dan pentungan. Saat ratusan demonstran menjadi korban pun tak gentar mereka maju. Protes besar sudah tak bisa dibendung dan ditawar-tawar lagi.

apa yang menarik ? tidak lain hanya proses menuju demokratisasi, setiap orang bisa berasumsi, termasuk saya bahwa timur tengah telah menuju pada prose demokrasi, (jika tidak dibilang Demokrasi) maka nilai-nilai demokrasi kini dicari. Demokrasi di negara timur tengah menjadi hal yang dianggap “tabu” bahkan mengharamkan. Namun dengan demokrasi apakah rakyat sejahtera ? belum tentu juga. Demokrasi bukanlah jalan satu-satunyanya penawar luka itu. Namun arah dari gerakan sosial bisa menjadi prasyarat demokrasi.

China adalah bentuk lain, dengan konsep sosialis kapitalis menjadikannya salah satu negara adi daya...China berfikir lain, tanpa menjalankan demokrasipun mereka bisa maju dari banyak negara yang menganut demokrasi. ibaratnya, tak peduli kucing itu hitam atau putih, yang penting bisa menangkap tikus.

kembali ke soal timur tengah, yang menarik dari “revolusi melati” hingga “revolusi nil” gerakan masrayarakat sipil menjadi penting. Dan ini menjadi warna baru dalam perkembangan masyarakat di timur tengah.
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...