Tuesday, February 15, 2011

Ngalur ngidul

Bayangan (ku) : selesai sekolah kamu mau kemana ?

Aku : saya kembali ke kampus tercinta (sebagai asisten) dan menunggu dengan sabar dari janji jurusan untuk jadi dosen penuh. simpel kan ?

Bayangan (ku) : masih juga kau percaya janji manis di jurusan ?, padahal kau dibutuhkan ditempat lain, kamu sudah ditawari jadi dosen swasta...ingat Jurusan hanya menjadikanmu pesuruh. Bukankah selama 2 tahun kau mengalami itu ?

Aku : saya masih menanti, mungkin masih merasa “dalam suasana nyaman”. Belum terpikir untuk berpaling dari kampus (besar) itu.

Bayangan (ku) : usiamu akan menghabiskan dirimu. Jika tidak menjadi dosen di Universitas (katanya) besar itu ? apa yang kamu lakukan ?

Aku : Hijrah...dan keluar sebagai seorang yang terbuang dan menjadi orang-orang kalah (saya harus siap dengan konsekuensi itu, inilah pilihan hidup).

Bayangan (ku) : payah itu, nihilisme menjadikanmu rapuh. Kau harus membongkar deritamu.

Aku : kau salah, kau harus membaca Tzunshu ato Confisius kalo begitu, preferensimu tentang hidup sangat banal. saya punya pelita hidup, suara hati menuntun saya (tentunya dengan Ridho ALLAH SWT)...

...kubiarkan kumengikuti suara dalam hati

yang slalu membunyikan cinta

kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku

lentera jiwaku

–Nugie, Lentera Jiwa--

Bayangan (ku) : baik kalo itu maumu, renungkanlah hidupmu...

Jogja, 15022011

Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...