Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. e-mail: pattahindi@gmail.com

Kedamaian


Kekerasan menjadi “tren” baru dalam masyarakat. term ini agak “seksi” menurut saya karena setiap peristiwa selalu berujung pada kekerasan. Kekerasan yang berujung pada darah dan air mata adalah kata yang sudah melekat jauh dalam diri manusia. Umur kekerasan (yang berujung pada pertumpahan darah) konon se-tua umur manusia atau paling tidak hampir se-tua umur manusia.


Dikisahkan dalam cerita agama samawi, anak adam adalah manusia pertama yang membuka kekerasan (awal menetesnya darah manusia di bumi) dengan terbunuhnya Habil.

Kekerasan pun berlanjut hari ini, darah manusia seperti halnya darah hewan yang dianggap tak memiliki nilai. Kekerasan yang jamak terjadi menjadi cerminan menguapnya nilai-nilai humanisme universal sebagian lain manusia. Tapi sekian banyak orang yang (suka) melakukan kekerasan, ada juga manusia yang pantang dengan kekerasan.


Tokoh ini adalah guru spritualitas sekaligus pencerah di muka bumi. Banyak orang yang pantang dengan kekerasan, dari sekian banyak, tak sanggup laut dijadikan tinta dan kayu sebagai pena untuk menuliskan nama, kearifan dan keagungan akan kedamainan yang mereka bawa.


Karena saya muslim, maka tak akan hilang kecintaan pada junjungan Rasulullah Muhammad SAW, bagaimana tingkah laku dan ucapannya seperti kitab suci yang berjalan. Lantas kedamaian apa yang disampaikan Muhammad SAW, saking banyaknya, hanya satu yang sanggup terkutip disini :


sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara*


Manusia yang berbudi luhur datang dari tokoh spritualis, dan naturalis Gandhi dengan pantang kekerasan (ahimsa) :


Tiada yang baru saya ajarkan kepada dunia. Kebenaran dan pantang kekerasan sama tuanya dengan bukit-bukit dan gunung**


Menyusul manusia dengan lahir dari kata-kata puitisnya, syairnya mengalunkan harmoni alam :


Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi***


Seperti ungkapan sebelumnya, jika dideretkan manusia-manusia yang cinta dengan kedamaian (pantang kekerasan) seakan tak habis udara untuk dihela, jalan terasa panjang untuk disusuri (masih banyak tokoh agung yang menyoal perdamaian tapi tak tercantum disini).


Kedamaian juga “kata” lama, malah bisa menjadi se-tua umur manusia. Jadi ingat salah satu petuah bijak, jika mau melihat bagaimana kedamaian dan penderitaan itu menyatu, maka lihatlah lingkarang yin-yang, disitu akah terlihat mereka berbeda namun menyatu menjadi lingkaran. Itulah hidup. Jadi ingat istilah Gadamer, lingkaran hermenuetik – saling mempengaruhi. Disatu sisi manusia lain (suka) menumpahkan darah (kekerasan), namun disisi lain ada manusia (tak suka) kekerasan. Hidup bersama dalam lingkaran kehidupan. Absurd jika memikirkannya terus (maka tak usah memikirkannya). (sambil senyum-senyum).


The last but not least. Ada ungkapan indah dari salah satu mistikus Bali, Gede Prama. Ia mengungkapkan hidup bagusnya seperti :


...matahari dan bulan. berjalan, berjalan, berjalan. bercahaya, bercahaya dan bercahaya. Tanpa berfikir akankah sampai di mana nantinya. akankah berakhir di sebuah tujuan yang menyenangkan atau menjengkelkan. bercahaya tanpa mengeluh apakah orang lain membuka jendelanya atau tidak. bila demikian caranya, kelelahan lebih jarang berkunjung. kalaupun kelelahan berkunjung, kita masih bisa duduk sebentar, tersenyum, kemudian melanjutkan perjalanan lagi.****


Biarkan kisah ini lewat sejenak dalam hidup. Karena berbagi pengetahuan tidak “diharamkan”. kita semua yakin hidup mengharapkan kedamaian. Salam damai.


Sumber Inspirasi kedamaian :

*QS. Al-Hujurat : 10.

**All Man Are Brothers, Mahatma Gandhi (terj.2009)

***Puisi WS. Rendra (1984)

****http://gedeprama.blogdetik.com/2010/12/17/survival-of-the-kindest-2/diakses 18/02/2011


Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...