Saturday, November 6, 2010

Merayakan Hidup

Merentang waktu dari tahun 1983 hingga 2010 adalah ukuran numeric yang menjadi perjalanan panjang dalam hidup. Untuk Saat ini saya masih bisa menghitung usia dengan tak lupa meminjam istilah age is number youngs forever,-usia adalah angka, tapi muda selamanya. Umur boleh bertambah tapi selalu merasa muda (sambil senyum sendiri).

Paling tidak usia adalah angka matematis yang mengantarkan pada logika hidup sampe hari ini. sejarah hidup saya tentunya. Seperti dalam Film August Rush yang mampu mengingat usianya dengan teliti, sangat presisi.

Dapat menghela nafas dari maha kuasa. Jika 1 tahun 366 hari, 6048 jam, 86.400 detik, maka tak salah mencoba bermain dengan angka-angka, mencapai tahun-27, 324 bulan, 7665 hari, 163296 jam, 2332800 detik adalah karunia tak ternilai. Syukur atasmu ALLAH untuk nikmat menghela nafas dunia.

HIDUP MEMANG LAYAK DIRAYAKAN. kesan tahun ke-27 ini ada yang berbeda, merayakan ditengah hingar gemuruh Merapi, dan anehnya hanya beberapa orang yang mengirim pesan ucapan selamat ‘Milad’ mulai dari FB sampai sms singkat. jika dulu kerabat, mahasiswaku dan keluarga silih berganti memberi ucapan selamat, kali ini berbeda, kini sunyi dan tak lagi bergema. Semua larut dalam dilema Merapi sampai-sampai saya pun lupa merayakan hidup (untung tak lupa diri)…Merayakan penambahan usia ditengah musibah gunung Merapi adalah hal yang tak pernah terbayangkan (membayangkan saja serasa tak sanggup) tapi sungguh, hari ini terjadi.

HIDUP MEMANG UNTUK DIRAYAKAN. Dalam sedih sekalipun, dalam suasana duka pun menghargai hidup tak boleh mengenal kata surut. Dan saya pun melakukan yang sama untuk satu ini. Tak ada yang istimewa, hanya sujud syukur dan menyepi sejenak sebagai seremoni usang yang jarang saya lakukan (jika boleh dikata tidak pernah). Mungkin guna dari menyepi dan (ber)sujud adalah mencari kedamaian. Gede Prama slalu mengucapkan dalam sepi ada kedamaian.

Saya telah sampe malam ini, pukul 23.59 waktu wib (waktu Jogja) kurang satu detik lagi saya hampir mencapai garis finis, hanya menunggu dengan sabar, bandul jam berputar seirama mencapai angka 12 (24.00) untuk merayakan hidup…

‘’Slamat Milad Patta’’

Semilir angin malam mulai mengucap lirih, dedaunan yang terkena abu vulkanik merapi masih sempat untuk melambai merayakan hidup saya malam ini. Mengharu biru.

Semua sempurna dalam sepi seperti ini…celebrating for my self

Jogja, di malam Jumat 05 Nopember 2010

Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...