Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

Bulan Juni

Bulan juni diakhir taun 2007 terus diselimuti mendung. biasanya bulan Juni ini sudah menyambut pesta matahari. hari hari slalu diselimuti mendung. cuaca tidak romantis lagi-hujan yang diikuti badai. Badai pasti berlalu, mengigatkanku sebuah novel karangan Marga T yang telah dijadikan film itu. "badai pasti berlalu" pikirku. seperti halnya Tsunami tahun 2004 atau atau gempa di NTT itu akan berlalu. dan yakinku jika perisitwa tersebut terjadi hanya sekali maka tidak mungkin lagi akan terjadi. tetapi jika peristiwa terjadi dua kali maka akan mungkin akan terjadi kembali terus dan terus seperti itu (ini hanya pikiran bodoh saya) tanpa logika...seperti tsunami tidak akan mungkin terjadi lagi, pasalnya hanya terjadi hanya tahun 2004 di Aceh dan nias tahun...untuk 2005 dan 2006 tidak pernah terjadi lagi...smoga 2007 tidak akan pernah ada lagi.pasti badai akan berlalu.Amin

Juni sebenarnya sudah masuk bulan kemarau. tapi entah di Makassar masih saja derai dari awan terus menghujani atap seperti peluru mechine gun. hujan kali ini tidak seindah yang dilukiskan oleh penyair kesukaanku Sapardi Djoko Damono "hujan bulan juni" larik dalam hujan bulan juni ini terlalu menggugah.

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

Sebijak hari ini, dibulan Juni yang masih merahasiakan rindunya kepada pohon, kepada bunga, kepada jejakku yang masih ragu tuk melangkah karena ragu akan badai yang belum berlalu...smoga hujan bulan juni ini berlalu karena rinduku akan matahari yang hangat. biarlah hujan yang diikuti badai cepat berlalu sebijak puisi dan seromantis Hujan bulan juni.

hujan bulan juni ini smoga membawa pergi badai gelombang pasang yang menghempas kapal nelayan-yang ragu untuk melepas sauhnya.

badai smoga berlalu sebijak hujan bulan juni menghapus jejak yang masih ragu di bulan ini. setabah bunga yang dirahasiakan rindunya-dibiarkannya yang tak terucap diserap pohon bunga itu...badai smoga berlalu

(saat orang membicarakan badai kelvin...atau apalah dari badai pasang yang dibicarakan orang dibulan juni ini...maka terciptalah tulisanku)

Juni 2007


Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga untuk sahabat yang berkenan menuliskan komentar kritisnya...salam bahagia