Tuesday, May 26, 2009

Rasa1

dia hanya menyimpan rasa. tak seorang pun tahu.bahkan malam pun yang selalu menemani tak tahu yang ia rasakan. ia malu-malu menuangkan rasa pada semua.

kali berjumpa di sebuah halte. hujan gerimis menjadi pelengkap pertemuan itu. mereka hanya melempar senyum. tak ada sapa, sekedar berjabat pun tidak. perjumpaan yang ganjil. satu yang tertinggal.
seyumannya terlalu bersahaja.

tak adil untuk ia. ingin mengulangi pertemuan di halte itu, ditempat yang sama, pada jam yang sama. ia pun bergegas untuk sampai ke halte, di prempatan kampus yang masih menyisakan sepi. tak ada pemilik senyum itu. tak ada dia

kali ini nuansa yang berbeda. awan jingga terlihat di ujung barat, ia menunggu senyuman itu. ia beranikan diri untuk menyapa, berjabat dan bersahabat. masihka ada kesempatan itu?

jam sudah menunjukkan setengah lingkaran. pukul 18.00 wita. tak ada tanda-tanda ia akan datang.
biarlah rasa tersimpan, sampai nanti.

Bersambung...
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...