Tuesday, May 26, 2009

LAKI-LAKI diantara Cerita PEREMPUAN

LAKI-LAKI diantara Cerita PEREMPUAN

Perempuan punya cerita..jika beberapa waktu lalu, masalah selalu datang dari perempuan..? Maka hari ini ceritanya kita balik. Sekarang masalah datang karena laki-laki...tak mesti perempuan harus terus menjadi objek penderita..skali-skali laki-laki, bolehlah.

Hal yang menarik, karena perempuan seakan-akan menjadi label (labelling) sebagai mahluk penggoda..padahal kalo mau jujur, justru laki-laki yang mahluk penggoda. Laki-laki adalah sebab..sedangkan perempuan adalah akibat. Sebab jika laki-laki tidak menggoda..maka perempuan tentu tidak akan balik menggoda. Perempuan itu mahluk pemalu. Biar cinta, saking cinta sama seorang laki-laki.. perempuan pandai menyimpan perasaanyan..(ini berdasarkan diskusi tentang beberapa perempuan)...kalo ada kasus lain...entah..(mohon kritiknya)


Beberapa hari lalu di rumah, diramaikan dengan kedatangan iibu-ibu paruh baya..datang jauh-jauh dari kendari...bukan liburan, bukan pula arisan, apalagi datang hanya gosip. jauh dari itu smua, mereka datang untuk ziarah rohani...

Ibu-ibu itu berharap mendapatkan "obat hati" dari masalah yang ditimbulkan dari laki-lakinya (baca:suami). ada orang (semacam ustads) yang dianggap dapat mengobati kegundahan hati hanya dengan siraman rohani...tidak pake mantra.

Ibu-ibu itu mencoba mengobati ’luka hati’ karena laki-laki..
Kenapa dengan lakinya?...

Jawabannya sederhana. suami "main hati" , ”main serong”..serong kiri..serong kanan

Lagu the changchuters mewakili cerita ibu-ibu itu...

curhat tengah malam, dengan dealek kendari yang begitu kental, saya sebagai laki-laki telah berada dalam cerita itu...

Karena saya laki-laki seorang, maka yang bisa saya lakukan adalah menjadi pendengar yang baik. saya seakan melawan berjuta perempuan..entah kata-kata apa yang saya aggap halus..hampir tidak ada yang halus bahasanya..sumpah serapah, caci makian, bercampur menjadi satu...dan wejangan itu diperuntukkan bagi laki-laki..

Wihh..takutt..

Saya mengambil pelajaran, dalam sosiologi keluarga. Disharmoni(i) bisa terjadi jika hubungan sosial dalam keluarga tidak cair..mungkin fungsi afeksi (kasih sayang) sudah luntur ato terkikis oleh waktu...

Contoh mungkin, berapa kali dalam sehari makan bersama di satu meja makan?...
Semua sudah sibuk..ada yang buat-buat sibuknya ada yang malah sibuk beneran..jauh
Smua menjauh..tak ada makan bersama satu meja...laki-laki sibuk dengan urusannya, lupa akan kewajibannya sebagai bagian dari keluarga..lupa istri, anak..

Talcot parson – Strukural Fungsional memperkenalkan teori struktural fungsional yang masih relevan. Bisa dianggap seperti itu..konsep berpola dari A-G-I-L adalah satu rangkaian berpola dalam sistem sosial..jika dimasukkan dalam konteks ibu-ibu itu, maka Adaptation , Goal, Integration, Laten Pattern Maintainance..mesti perlu direvaluasi kembali..

Saya pernah nonton film india..(kadang-kadang film India itu bisa menyelesaikan konflik dengan nyayian)..apa kah masalah bisa diselesaikan dengan nyanyian?...tak ada jawaban pasti.
lanjut cerita, Hubungan keluarga dalam film itu retak gara-gara ada orang ketiga..
Bertahun-tahun membina keluarga..akhirnya berujung pada perceraian.
Dalam percakapan film itu mengatakan ”kamu hanya beradaptasi dengan aku, bukan mencitaiku”...

Jika ada hubungan tiba-tiba putus..berarti bisa digolongkan seperti dalam film india itu-mencoba beradaptasi- dengan pasangan..bukan cinta..sama halnya dengan cerita ibu-ibu itu..suaminya mencoba -beradaptasi-. Jika tidak mampu beradaptasi lagi..maka ia akan mencari tempat lain yang bisa disinggahi..

Yang terakhir..mungkin latern pattern maintanance. menjaga fungsi laten...konflik harus dimanage..konflik mesti dijaga sekalipun laten, hal ini berlaku pula pada kasus ibu-ibu itu. dalam keluarga konflik harus dijaga..dari cerita ibu-ibu itu, Mungkin saja konfliknya tidak di manage.yang ada adalah ”Aku” dan ”Kau” bukan berbahasa ”kita”..akhirnya yang ada adalah ego...

Sedikit mungkin menjadi pelajaran buat saya jika berkeluarga nanti, harus pake nurani.

Terima kasi ibu-ibu..kalian perempuan perkasa...

what man think about this note?...


“…berfikir untuk mendua, tapi nurani tak bisa mendua...” Gigi-My Facebook menjadi pelengkap cerita ini..

Malam, 130509
Share:

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...