Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. e-mail: pattahindi@gmail.com

Cahaya

Sepulang dari kampus. seperti biasa singgah di yayasan dosen untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai seorang asdos. Setiap hari harus menyelesaikan pekerjaan dosen penanggung jawab. Seperiti inilah kegiatan yang beberapa tahun dilakukan.
Jarum jam sudah menunjuk 20.00. Cuaca malam ini agaknya bersahabat, walaupun mendung masih menggantung dilangit. Belum terlihat hujan akan turun. Suasana ramai. Melintasi Jl. Perintis dengan kecepatan 40km/jam. Menikmati perjalanan diatas kendaraan roda dua sambil meniliti Tamalanrea yang telah berubah menjadi daerah postmodern.
Lambat laun tempat ini menjadi kota baru. Di perlaperjalanan hilir mudik kendaraan, wajah manusia yang sibuk dengan urusan masing-masing. Beginilah wajah kota Tamalanrea yang urbanis. Terlihat beberapa karyawan supermarket melintas dengan tergesa-gesa, mungkin ia shift dan sudah waktunya bertugas, polisi yang masih berjaga di pos, pedagang kaki lima yang masih menunggu pembeli dan anak-anak jalanan dengan riangnya ia bermain.
Sesampai dirumah dengan sedikit istirahat, saya sempatkan membaca artikel hasil download. membuka artikel kickandy.com (andy’s corner). Tulisannya sangat inspiratif. Bukan hanya hanya reality shownya yang inspiratif, namun tulisannya yang realis terlalu menggugah karena mengambil contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Sayang sekali mengapa Andy F Noya resign dari metro tv. Apa gerangan? Dalam sebuah blog yang saya baca, mengisahkan alasan Andy resign. Salah satu alasan yang membuat ia closing untuk resign adalah buku kecil yang berjudul who moved my cheese. Saya belum membacanya, masih hunting di toko buku dan internet (e-book) tapi sampai sekarang belum ketemu. Konon buku ini yang membuat Andy F Noya mengambil pelajaran bahwa bahagia kah kita dengan pekerjaan kita atau kesibukan kita?
sebuah buku kecil berjudul Who Moved My Cheese, Dalam buku tersebut diceritakan tentang empat tokoh binatang yaitu Sniff (Endus), Scurry (Lacak), Hem (Kaku) dan Haw (Aman). Ke empat tokoh tersebut menggambarkan beberapa karakter manusia, ada yang nyaman di zona kenyamanan, atau manusia yang terus melakukan perubahan dalam kehidupannya.
Dalam kisah tersebut di gambarkan 2 ekor kurcaci yang cerdas yang merasa nyaman ketika mendapati sebuah keju dalam satu labirin, yang bernama labirin C. Mereka juga masih merasa nyaman ketika pada suatu ketika keju mereka hilang. Bahkan dengan penuh harapan mereka menunggu akan ada yang mengembalikan keju mereka. Hal ini bertentangan dengan 2 ekor tikus yang berpikir sederhana namun cepat merespon semua kondisi. Ke dua ekor tikus ini dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa keju di labirin tersebut akan habis dengan cepat, karena itu meski dengan ketidakpastian, mereka meninggalkan labirin C, mencari labirin baru yang lebih potensial, dan akhirnya mereka menemukannya.
Kisah ini yang membuat saya telah berfikir kembali, betulkah kesibukan (jadi mahasiswa sekaligus asisten dosen) menjadi alternatif terakhir dari perjalanan saya? Kembali berfikir dan berfikir. Saya sadari terlambat untuk bertanya pada diri, teman-teman saya sudah banyak yang jadi PNS, jadi karyawan bank, karyawan swasta,wartawan. sedangkan saya masih berkutat dibangku kuliah tapi belum tentu setelah selesai terangkat menjadi dosen.
Beberapa tahun lalu diajak teman mengadu nasib di luar sulawesi tapi saya menolak. saya masih menyimpan harapan di unhas. Akhirnya Saya menyesal juga, teman saya ini sudah berhasil. Saya ibarat kurcaci dalam cerita who moved my cheese yang hanya menanti harapan untuk mendapatkan keju. Manusia yang pasif bahkan percayakan nasib tanpa usaha (fatalistik).
Saya percaya pekerjaan ini bagian dari ibadah. Slalu berfikir positif. Mungkin zona kesibukan saya masih dalam zona nyaman. Saya tidak tau sampai kapan. Karena manusia itu ada dua yaitu satu yang responsif dan visioner dan satunya lagi manusia fatalistis, berfikir pendek dan terlalu banyak tergantung pada nasib tak mau berusaha. Saya takut, jika saya manusia yang ke dua itu yang hanya menunggu waktu untuk menelannya.
Teman pernah bertanya ”apa yang sebenarnya yang kau cari jadi asisten dosen?”, saya hanya berkata ”mau jadi dosen”. Tapi apakah bahagia nanti setelah jadi dosen?, bukankah yang manusia cari adalah kebahagiaan, dimanapun seseorang bekerja. Kalo pekerjaannya diibaratkan ibadah. Pasti ia bahagia. Padahal saya belum bahagia dengan pekerjaan ini (sebagai asdos). bisa dibilang ”eksploitasi bagi asisten junior” saya terkadang menyadari bahwa saya sudah dieksploitasi tapi mengapa masih mau bertahan? Entahlah, masih menunggu ’keju’ itu datang.
Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
sgala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
tersesatkah aku disamudra hidup...
kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
inikah jalanku inikah takdirku...
(Nugie, Lentera Jiwa)
Lirik dari nugie melengkapi setiap perjalanan melintasi hidup.
kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
lentera jiwaku....(nugie, lentera jiwa)
Padi..200209
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Terimakasih yang tak terhingga atas komentarnya...