Friday, December 23, 2016

Memulai dari 5.0

Berjuang untuk sekolah ke luar negeri bukan perkara mudah buat saya. Pasalnya nilai IELTS belum mencukupi seperti yang dipersyaratkan kampus; minimal 6.5 dan setiap band minimal 6.0. Segala daya telah saya lakukan, ke Pare selama 3 bulan, kursus privat selama sebulan namun hasil yang saya dapatkan belum memenuhi harapan. Yang belum saya lakukan hanyalah menghalalkan segala cara seperti membeli nilai abal-abal. 

Saya telah mendapatkan nilai akhir, hasilnya, belum seperti yang saya inginkan. Tes akhir masih 5.0 overall. Saya memaklumi, untuk test taker seperti saya yang memulai bahasa Inggris dari nol sangat bisa dipahami jika angka dibawah 6.5. Ada beberapa orang sampai belasan kali mengambil real test hingga akhirnya mendapat nilai yang diingikan, minimal 6.0. Saya mencoba untuk tetap berusaha hingga meraih nilai standar kampus. Bukan apa-apa, saya sudah mendapat beasiswa LPDP-Dikti dan surat penerimaan kampus, CoE (Certificate of Enrollment) tinggal mengurus visa untuk berangkat Februari 2017. Jika faktor IELTS yang menggagalkan keberangkatan saya, maka penyesalan yang tak kunjung usai akan saya rasakan. dan itu menyakitkan.  

Jadi apa selanjutnya? tes lagi, belajar lagi, gagal lagi, tes lagi. Saya masih punya enam bulan masa deadline jika harus menunda keberangkatan. di kontrak tercantum bahwa karyasiswa bisa menunda hingga satu tahun. 

Apa hikmahnya? hikmahnya dari angka 5.0, saya sudah mengetahui kelemahan dan beberapa poin lagi ang harus saya dapatkan untuk mendapat minimal 6.5. Saya sudah mencoba menghubungi kampus untuk diberikan kursus singkat namun jawabannya musti membayar 5000 dollar Australia, jika dirupiahkan mencapai 50 juta. Angka fantastis hanya untuk IELTS 6.5. 

Buat pencari beasiswa, jika memang niatnya untuk sekolah keluar negeri alangkah baiknya mempersiapkan diri. dan saya menganjurkan untuk mengambil IELTS karena rata-rata kampus di EROPA dan Australia dan sebagian Amerika (setahu saya) mempersyaratkan IELTS. Setahun cukup rasional untuk pembelajar yang baru memulai IELTS. Belajar dari pengalaman saya, setidaknya butuh minimal enam bulan fokus (tidak boleh nyambi) untuk mendapat skor maksimal.

Saya akan melihat sejauh mana memulai dari 5.0 bisa merubah nasib; ke Australia atau? Ah, berusaha dulu minimal 3 kali percobaan baru memikirkan hal-hal terburuk.

Sesuatu musti diraih dengan kerja (keras)...seperti nasehat guru bahasa Inggris saya, Mam Pamela Davis; if you need something you should work hard because you can learn about it for your life and family. Untuk meraih sesuatu memang harus diperjuangkan. dan saya mencobanya,
Reaksi:

2 komentar:

SYAM said...

Semangat kak patta, pasti bisaaaa!!!

Patta Hindi said...

terimakasih Syam, ewako :D