Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

Hubungan imajiner

--Dunia semakin datar saja

Semalam saya mendengar drive-kekasih imajiner, membaca sepintas Manuel Castels tentang masyarakat jejaring, dan berakhir dengan obrolan dengan teman yang dengan bangganya bercerita 'mudahnya' mendapat cewek hanya dengan beberapa klik di facebook dan berakhir dengan telpon-telponan, "tak bertemu muka tapi saya sudah memacarinya" entengnya ia bercerita.

Lagu drive ini tidak terlalu mengena mungkin, [kalo pun ada dipaksain biar kena] tapi ditarik dari lagu drive, social networknya Castells, dan cerita tinggi teman saya ini bisa menjadi alat analisa tentang sebuah hubungan/relasi yang sebenarnya berjarak tapi dekat. mendekatkan dalam ruang intim dunia maya, dan berhubungan pun di dunia maya. [mungkin sedikit orang tahu tentang phone sex, sebagai misal]

Saya yang tadinya tak mendengar ocehan yang rada ngawur itu pun terlonjak dan bener-bener takjub dengan dramatisasinya. teman yang dulunya tak suka internet, lebih-lebih variannya seperti facebook dan semacamnya kini malah lebih eksis daripada saya (bahasa kerenya, kecanduan facebook). tapi bukan itu yang membuat saya takjub, yang membuat saya masih tak percaya adalah mudahnya dia membina hubungan lewat dunia maya. aneh bin ajaib tapi itu nyata.

[mungkin dia lebih enak menikmati ke-maya-annya, ini seperti ungkapan dosen saya di mata kuliah cultural studies, everybody can anybody...teman saya lebih suka menjadi orang lain di dunia maya. saya kalah beberapa langkah...ck ck ck]

Internet adalah media praktis, instrumental dan alat penunjang masayarakayat dewasa ini, sejak Gates, internet berkembang pesat dan facebook menjadi pencetus sejarah bagaimana manusia berhubungan satu sama lain, dan menjadi sejarah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. internet menjadi ruang bertemu, dari face to face menjadi space to space, jarak dan ruang dipersempit dalam layar kaca.ia tak mungkin menggantikan face to face tapi pada kenyataanya menggeser kebiasaan face to face itu. dalam cara space to space ekspresi lebih cair ketimbang face to face yang lebih kaku dan mengurangi hambatan ekspresi keindividualan seseorang. di dunia maya, dunia terasa lapang.

Ruang internet menawarkan anonimitas, jarak jauh bisa dikompensasi lewat internet dan hubungan fisik tak lagi menjadi penghalang untuk saling meluapkan hasrat. perubahan paradigma seperti ini terjadi dalam gaya hidup masyarakat digital.

hmmm...untuk mengobati rasa penasaran itu, saya mencoba mengklik beberapa teman di facebook dan minta hubungan 'lebih intim' di dunia maya dan apa jawab mereka? "kelaut aja"...hahahaha
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment