Ayah dari seorang gadis kecil bernama Zahra Adeeva. Mengajar di Unismuh Kendari, Alumni UNHAS dan UGM. email:pattahindi@gmail.com

Peziarah

Sahabatku, kita bertemu lagi tempat kita itu disore yang mendung, selokan mataram. dan ricik hujan kali ini sebagai musik latarnya. tak terhitung lagi rindu setelah sekian lama mengurung diri dengan tugas akhir. setahuku hanya cerita-cerita yang kita urai masing-masing sore itu. kita akan berpisah dalam beberapa bulan lagi dengan titel Master of Art (MA) yang tak tahu ilmu kita bermanfaat untuk orang banyak atau tidak? saya takutkan titel kita hanya akan banyak menipu, membodohi dan sekedar gagahgagahan.

Beberapa kita memang memiliki perbedaan; ada penulis, ada rohaniawan, dan macem-macem pokoknya. tapi sedikit banyak memiliki kemiripan soal bertualang, kuliner, membaca, kopi, hingga cerita ngalor-ngidul.

saya tak tahu pasti berapa candi yang telah kita kunjungi, tempat sejarah peninggalan kolonial, berapa kutip foto, jumlah lapak makanan khas dan juga koleksi buku yang selalu kita beli? kalo kalian tanya saya; banyak. itu jawabku. saya nikmati saja dengan petualangan kita (termasuk juga aspek spritualnya dibeberapa tempat itu).




nah, serpihan cerita itu saya rangkum lagi (walau tak utuh) yang tersisa dari benak saya. dan ini mirip seperti "peziarah", kata itu memang dekat dengan spritualitas tak apalah karena kita memang beragama. seperti ungkapan Sindhunata (BASIS, 2007) ziarah sering dianggap sebagai kelana istimewa...hidup harian kita juga adalah peziararahan. perjalan ziarah selama setahun ini (atau yang lewat) saya rangkum lagi. kalian tahulah saya bukan penulis juga tukang cerita. tapi cerita ini seperti potongan seri petualangan Indiana Jones, sinbad, the national treasure.

ijinkan saya mengutipkan sepenggal lirik Enya-Pigrim :

Pilgrim, how you journey
On the road you chose

To find out why the winds die
And where the stories go.
All days come from one day

That much you must know,
You cannot change what's over

But only where you go.


saya tak bilang cerita ini berakhir, tapi sebagai penutup saya ingin mengutip kata dari dosen kita, saya mengambil dari note fb-nya, tahukan beliau? mas Kris Budiman. begini katanya What traveller has never dreamed of getting lost in a forest and suddenly finding, standing on a clearing like a romantic depiction of the XIX century, the ruins of some ancient temple where nature and genies reclaim their rights? soal retoris ini dia ambil dari Elizabeth D. Inandiak (dalam M. Rizky Sasono, Jean-Pascal Elbaz, dan Agung “Leak” Kurniawan, 2002). hufft...saya ingin terlelap saja

...kita berjanji lagi, enam tahun ke depan di ubud...ya, ziarah. kenangan itu kita pasak dalam-dalam disana.
Share on Google Plus

About Patta Hindi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Post a Comment